Jika permukaan jalan basah karena hujan dan ban sudah aus, jarak reaksi dan jarak pengereman sama-sama menjadi 2 kali lipat atau lebih panjang.
Jawaban: ✕ Salah
Pembahasan
Keadaan permukaan jalan dan ban memengaruhi jarak pengereman. Jarak reaksi (空走距離) ditentukan oleh waktu reaksi pengemudi, sehingga tidak berubah karena keadaan permukaan jalan. Yang membuat jarak reaksi lebih panjang adalah kelelahan atau alkohol.
Soal lain tentang “Batas kecepatan”
- Pada hari hujan, bukan hanya pandangan memburuk tetapi jarak pengereman juga memanjang, sehingga sebaiknya Anda menjaga jarak antarkendaraan sekitar 2 kali lipat dibandingkan saat cuaca cerah.
- Di jalan bersalju atau membeku, sebaiknya Anda menjaga jarak antarkendaraan sekitar 3 kali lipat dibandingkan saat cuaca cerah.
- Tanjakan curam adalah tempat di mana Anda wajib berjalan perlahan.
- Di dekat tikungan jalan, Anda wajib berjalan perlahan meskipun pandangan ke depan jelas.
- Di jalan umum yang batas kecepatan maksimumnya tidak ditetapkan oleh rambu atau marka, pada jalan yang memiliki garis tengah atau lajur, batas kecepatan maksimum menurut undang-undang bagi kendaraan bermotor adalah 60 km/jam.
- Batas kecepatan maksimum menurut undang-undang bagi sepeda motor kecil adalah 30 km/jam.
Soal dan pembahasan disusun berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Jepang dan pedoman peraturan lalu lintas (交通の方法に関する教則) dari Badan Kepolisian Nasional. Ini bukan soal ujian resmi.